Bukan tentang siapa dan dimana,
Tapi tentang apa dan bagaimana..
coba saja kalau otakmu sedikit berjalan, tak peduli sekeras apa ku mencoba, tak peduli sesulit apa ku usaha, tak perlu ku berteriak hingga pita suaraku tak karuan dan gendang telinga mu hampir pecah bukan?!
Harusnya otakmu tidak beku, ya, harusnya.
Kadang, emmm tidak! Sering bahkan kata harusnya itu dipergunakan dalam kondisi penyesalan seperti ini. Tapi yg kurasa ini bukan penyesalan, tp harapan yg kau musnahkan, iya?!
Panggil saja, saat itu kau panggil saja aku, sejauh apapun aku pasti akan menoleh, ya awalnya aku hanya menoleh, bukan?!
Semakin hari kau terus panggil aku, bahkan kau ulurkan tanganmu. Mungkin pada saat itu kau tidak sadar. Bahkan tidak sadar kalau pada saat kau ulurkan tanganmu ku ulurkan tanganku untuk kau gapai, kau genggam. tidak sadarkah? siapa yang pertama mengulurkannya? Menitihkan sepercik harapan, kemudian kau hempaskan.
Mengatakan kata2 hingga telingaku bagai lidah, mendengar kata katamu saja terasa manis.
Yah begitulah kadang manusia, apalagi selagi masih memiliki lidah tak bertulang.
Tapi tentang apa dan bagaimana..
coba saja kalau otakmu sedikit berjalan, tak peduli sekeras apa ku mencoba, tak peduli sesulit apa ku usaha, tak perlu ku berteriak hingga pita suaraku tak karuan dan gendang telinga mu hampir pecah bukan?!
Harusnya otakmu tidak beku, ya, harusnya.
Kadang, emmm tidak! Sering bahkan kata harusnya itu dipergunakan dalam kondisi penyesalan seperti ini. Tapi yg kurasa ini bukan penyesalan, tp harapan yg kau musnahkan, iya?!
Panggil saja, saat itu kau panggil saja aku, sejauh apapun aku pasti akan menoleh, ya awalnya aku hanya menoleh, bukan?!
Semakin hari kau terus panggil aku, bahkan kau ulurkan tanganmu. Mungkin pada saat itu kau tidak sadar. Bahkan tidak sadar kalau pada saat kau ulurkan tanganmu ku ulurkan tanganku untuk kau gapai, kau genggam. tidak sadarkah? siapa yang pertama mengulurkannya? Menitihkan sepercik harapan, kemudian kau hempaskan.
Mengatakan kata2 hingga telingaku bagai lidah, mendengar kata katamu saja terasa manis.
Yah begitulah kadang manusia, apalagi selagi masih memiliki lidah tak bertulang.


Komentar
Posting Komentar
Comment, Please!!