Surabaya Tertinggi di Jatim
DPRD Jatim, BhirawaKabar kurang menyenangkan bagi masyarakat Jatim di hari peringatan Hari AIDS se dunia 1 Desember ini.
Sesuai data yang dirilis Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML), Kementerian Kesehatan RI, ternyata Jatim menempati urutan pertama wilayah dengan kasus HIV/AIDS terbanyak di Indonesia. Kondisi ini membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim prihatin.
Ketua Bidang Perempuan DPW PKS PKS Jatim, Dwi Sulistyorini menegaskan kondisi ini benar-benar memprihatinkan kader PKS Jatim. Dalam data yang dirilis PPML Kementrian Kesehatan RI, disebutkan di Jatim hingga bulan September 2011, tercatat ada 4.318 kasus AIDS . Angka ini lebih tinggi dibandingkan Papua yang menempati peringkat kedua dengan 4.005 kasus. Peringkat ketiga ditempati oleh DKI Jakarta dengan 3.998 kasus, disusul Jawa Barat dengan 3.804 kasus. Bali menempati posisi paling bawah di urutan ke-5 besar provinsi yang memiliki jumlah kumulatif kasus AIDS tertinggi di Indonesia dengan 2.331 kasus.
"Kami terkejut dengan data terbaru ini. Benar-benar membuat miris. Hal ini mesti mendapat perhatian yang lebih serius dari kita semua, terutama Pemprov Jatim", lajutnya, di sela Rapat Koordinasi Bidang Perempuan di Kantor DPW PKS Jatim, Rabu (30/11).
Dwi Sulistyorini lebih lanjut mengatakan selain karena perilaku seks yang tidak sehat, penularan HIV/AIDS juga melalui jarum suntik, ketidaktepatan penggunaan alat kontrasepsi (kondom). Tapi harus diakui, lanjutnya bahwa perilaku seksual menyimpang menjadi biang kerok utama penyebaran HIV/AIDS di masyarakat.
"Kalau ingin menanggulangi HIV/AIDS, cara terpenting adalah menyehatkan dulu perilaku seks masyarakat. Gampangnya, perilaku seksual yang semakin terang terangan, kebiasaan gonta ganti pasangan, harus dihentikan. Kami menyerukan kepada masyarakat untuk kembali memperkuat kesetiaan pada pasangan masing-masing. Tidak boleh lagi jajan sembarangan. Hal ini harus terus-menerus dikampanyekan ke masyarakat", sambungnya.
Lebih lanjut, mantan Ketua Bidang Perempuan DPD PKS Surabaya ini berharap Jawa Timur tidak menyusul DKI Jakarta yang jumlah ibu rumah tangga pengidap HIV/AIDS kasusnya cukup tinggi. Tercatat ada 147 kasus atau meningkat dibanding tahun lalu. Yang ironis, penularan HIV/AIDS kepada para ibu rumah tangga tersebut terbesar karena suaminya lebih dulu mengidap HIV/AIDS dan sebagian lagi karena masih suka jajan di luar, meski sudah punya istri.
"Para suami kini meski lebih sayang sama istri. Bila memang benar-benar mencintai istrinya, mestinya para suami segera meninggalkan perilaku seks berisiko tinggi menularkan HIV/AIDS", imbuhnya.
Masalah kesetiaan pada pasangan ini penting dipertimbangkan untuk digencarkan kampanyenya. Dwi Sulistyorini termasuk yang kurang setuju kampanye penanggulangan HIV/AIDS yang selama ini sudah dijalankan di banyak kalangan, yang sayangnya terkesan seperti melegalkan free sex, seperti aksi bagi-bagi kondom dan sebagainya.
"Kampanye seperti itu tentu saja ada baiknya. Tapi bila tidak tepat porsinya, justru akan dinggap melegalkan perzinahan dan pada gilirannya malah akan menumbuhsuburkan perilaku seks menyimpang. Padahal inilah biang kerok melebarnya penyebaran HIV/AIDS", pungkasnya. [cty]
Urutan 5 Besar Jumlah HIV/AIDS Hingga September 2011
1. Jatim sebanyak 4.318 kasus
2. Papua sebanyak 4.005 kasus
3. DKI Jakarta sebanyak 3.998 kasus
4. Jawa Barat sebanyak 3.804 kasus.
5. Bali sebanyak 2.331 kasus.
Sumber dilansir Fraksi PKS DPRD Jatim dari Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML), Kementerian Kesehatan RI.
Urutan Penderita HIV/ AIDS di Jatim
1. Surabaya 730 penderita
2. Sidoarjo dengan 541 penderita,
3. Kabupaten Malang dan Kota Batu dengan 325 orang penderita,
4. Pasuruan 303 penderita
5. Kota Malang dengan 297 penderita.
DPRD Jatim, BhirawaKabar kurang menyenangkan bagi masyarakat Jatim di hari peringatan Hari AIDS se dunia 1 Desember ini.
Sesuai data yang dirilis Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML), Kementerian Kesehatan RI, ternyata Jatim menempati urutan pertama wilayah dengan kasus HIV/AIDS terbanyak di Indonesia. Kondisi ini membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim prihatin.
Ketua Bidang Perempuan DPW PKS PKS Jatim, Dwi Sulistyorini menegaskan kondisi ini benar-benar memprihatinkan kader PKS Jatim. Dalam data yang dirilis PPML Kementrian Kesehatan RI, disebutkan di Jatim hingga bulan September 2011, tercatat ada 4.318 kasus AIDS . Angka ini lebih tinggi dibandingkan Papua yang menempati peringkat kedua dengan 4.005 kasus. Peringkat ketiga ditempati oleh DKI Jakarta dengan 3.998 kasus, disusul Jawa Barat dengan 3.804 kasus. Bali menempati posisi paling bawah di urutan ke-5 besar provinsi yang memiliki jumlah kumulatif kasus AIDS tertinggi di Indonesia dengan 2.331 kasus.
"Kami terkejut dengan data terbaru ini. Benar-benar membuat miris. Hal ini mesti mendapat perhatian yang lebih serius dari kita semua, terutama Pemprov Jatim", lajutnya, di sela Rapat Koordinasi Bidang Perempuan di Kantor DPW PKS Jatim, Rabu (30/11).
Dwi Sulistyorini lebih lanjut mengatakan selain karena perilaku seks yang tidak sehat, penularan HIV/AIDS juga melalui jarum suntik, ketidaktepatan penggunaan alat kontrasepsi (kondom). Tapi harus diakui, lanjutnya bahwa perilaku seksual menyimpang menjadi biang kerok utama penyebaran HIV/AIDS di masyarakat.
"Kalau ingin menanggulangi HIV/AIDS, cara terpenting adalah menyehatkan dulu perilaku seks masyarakat. Gampangnya, perilaku seksual yang semakin terang terangan, kebiasaan gonta ganti pasangan, harus dihentikan. Kami menyerukan kepada masyarakat untuk kembali memperkuat kesetiaan pada pasangan masing-masing. Tidak boleh lagi jajan sembarangan. Hal ini harus terus-menerus dikampanyekan ke masyarakat", sambungnya.
Lebih lanjut, mantan Ketua Bidang Perempuan DPD PKS Surabaya ini berharap Jawa Timur tidak menyusul DKI Jakarta yang jumlah ibu rumah tangga pengidap HIV/AIDS kasusnya cukup tinggi. Tercatat ada 147 kasus atau meningkat dibanding tahun lalu. Yang ironis, penularan HIV/AIDS kepada para ibu rumah tangga tersebut terbesar karena suaminya lebih dulu mengidap HIV/AIDS dan sebagian lagi karena masih suka jajan di luar, meski sudah punya istri.
"Para suami kini meski lebih sayang sama istri. Bila memang benar-benar mencintai istrinya, mestinya para suami segera meninggalkan perilaku seks berisiko tinggi menularkan HIV/AIDS", imbuhnya.
Masalah kesetiaan pada pasangan ini penting dipertimbangkan untuk digencarkan kampanyenya. Dwi Sulistyorini termasuk yang kurang setuju kampanye penanggulangan HIV/AIDS yang selama ini sudah dijalankan di banyak kalangan, yang sayangnya terkesan seperti melegalkan free sex, seperti aksi bagi-bagi kondom dan sebagainya.
"Kampanye seperti itu tentu saja ada baiknya. Tapi bila tidak tepat porsinya, justru akan dinggap melegalkan perzinahan dan pada gilirannya malah akan menumbuhsuburkan perilaku seks menyimpang. Padahal inilah biang kerok melebarnya penyebaran HIV/AIDS", pungkasnya. [cty]
Urutan 5 Besar Jumlah HIV/AIDS Hingga September 2011
1. Jatim sebanyak 4.318 kasus
2. Papua sebanyak 4.005 kasus
3. DKI Jakarta sebanyak 3.998 kasus
4. Jawa Barat sebanyak 3.804 kasus.
5. Bali sebanyak 2.331 kasus.
Sumber dilansir Fraksi PKS DPRD Jatim dari Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML), Kementerian Kesehatan RI.
Urutan Penderita HIV/ AIDS di Jatim
1. Surabaya 730 penderita
2. Sidoarjo dengan 541 penderita,
3. Kabupaten Malang dan Kota Batu dengan 325 orang penderita,
4. Pasuruan 303 penderita
5. Kota Malang dengan 297 penderita.



Komentar
Posting Komentar
Comment, Please!!