Mencoba tegar walau sakit
Bertahan walau perih
Tidak luntur walau disiram
Bagai karang yang ditepis ombak di lautan
Hati, perasaan dalam hati.
Tersimpan kuat dalam diri.
Terenyuh seketika ku dengar namanya
Nama dirinya, yang kau sebut dihadapku
Bukan aku, ternyata bukan aku
Senyumku kini tak setulus nafasku.
Malamku kini beraroma kelamnya siangku
Langkahku kini tak secepat detik yang berlalu.
Harapan yang sirna, berbalut nyeri tak terhingga
Dapatkah ku genggam erat jarimu?
Memeluk erat hatimu? mencium hangat bibirmu?
Sampai tanah menyelimuti kita,
Sampai nisan menghias tempat tidur kita!
Selamanyaaaa...
Bertahan walau perih
Tidak luntur walau disiram
Bagai karang yang ditepis ombak di lautan
Hati, perasaan dalam hati.
Tersimpan kuat dalam diri.
Terenyuh seketika ku dengar namanya
Nama dirinya, yang kau sebut dihadapku
Bukan aku, ternyata bukan aku
Senyumku kini tak setulus nafasku.
Malamku kini beraroma kelamnya siangku
Langkahku kini tak secepat detik yang berlalu.
Harapan yang sirna, berbalut nyeri tak terhingga
Dapatkah ku genggam erat jarimu?
Memeluk erat hatimu? mencium hangat bibirmu?
Sampai tanah menyelimuti kita,
Sampai nisan menghias tempat tidur kita!
Selamanyaaaa...


Komentar
Posting Komentar
Comment, Please!!