Angel Wing Heart

Categories

Popular Posts

About Me

Ms. J
Enjoy Life, Take control ;D
Lihat profil lengkapku

Blogroll

Nia sharing stories here, from the experience of life, love story, the outpouring of the heart, and so on. Thank you for visiting.
Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

About

Followers

Langsung ke konten utama

Self Reminder -Untuk tetap Bersyukur-

Ketika kita dalam keadaan lemah mental, merasa tidak berguna, merasa apa yang dilakukan selama ini sia-sia, ga berguna, serba salah, rasanya pengen banget keluar dari zona ini gimanapun caranya..
Seperti yang saya alamin beberapa tahun belakangan ini. Bener ada peribahasa sawang sinawang. orang lihat kami enak, kerjaan enak, banyak duid. padahal gatau kenyataannya banyak beban yang mesti ditanggung. kami lihat kalian enak, nyantai, kerja gak beban, gak dituntut dan gak ada yang menuntut. tapi kami gaktau dibalik pandangan kami apakah kalian tercukupi. Begitulah hidup manusia kata saya..

Seperti sore ini, saya sedang piket, saya bekerja di Satuan Reserse disalah Satu Kantor Polisi di Bogor. selesai solat maghrib saya rebahan dulu dikasur yang ada diruangan, karena seharian ini full pekerjaan membuat saya belum istirahat kecuali solat dan ngemil sedikit. lepas kerudung kemudian membalikkan rambut kedepan wajah, menghidup aroma rambut saat ini, tiba tiba teringat aroma rambut saat lelah seperti dulu waktu sekolah SMP dan SMK, seperti terbawa suasana masalalu. pernah gaksi? saya yakin pasti pernah sih, mendengar / merasakan / menghidup sesuatu yang sama seperti di masalalu membuat kita terasa kembali lagi kemasa tersebut.
Nah, waktu tiduran itu... saya merasakan saat saat saya lelah jalan kaki tiap pulang dan berangkat sekolah, saat saya dikelas lagi belajar, ahhh pokoknya semua yang saya alamin saat jaman masih sekolah.
Sambil nostalgia, saya ingat dulu saya sama sekali tidak terpikirkan mau jadi seperti sekarang dengan profesi yang sekarang, tidak terpikirkan mau nikah di usia berapa, siapakah yang akan jadi suami saya. Yaaaaa, dulu bener bener gak kepikiran sama semua itu, yaa walaupun dulu punya 'pacar' tapi gak ada kepikiran akan nikah sama dia, jodoh mah gimana nanti. cuma terpikir cita cita pengennya kerja di balik layar, jurnalistik pokoknya deh. tapi kan semuanya atas izin Allah, nyatanya setelah saya lulus SMK dikasih sama jalan Allah buat daftar kepolisian dan Alhamdulillah lulus sampai dilantik dan sampai saat ini. tidak jadi jurnalis. hehehee
Enak kok, gaji terjamin tiap bulan, punya pekerjaan tetap. tapi ternyata pekerjaannya juga berat cuy. ehehee
gak ada namanya nyantai, apalagi di satuan saya. berhubungan langsung sama masyarakat, di komplain, di tuntut, dibenani ini itu, dibatasi waktu pekerjaannya, dan tidak ada batasan waktu dalam mengerjakannya. aduh pokoknya lelah, sangat lelah.. sangat sangat ingin keluar dari zona ini, mencoba hal baru. di bagian yang lain, cuma susah sudah terjebak disini, yaudah lah nikmati aja. di sore ini saya berpikir, dan ingat pernah bertemu dengan seorang teman jaman SMP, yang sekarang dia jadi instansi sebelah hehehe (you know lah), ketemu di parkiran kantor saya, sedikit berbincang dan dikesempatan tsb dia menyampaikan betapa enaknya pekerjaan saya, dia bilang profesi saya "dengan bahasa kurang baik" saya tanya "lho kenapa?" katanya gaji kami naik terus, gaji nya besar, katanya saya enak, sudah menikah dan punya rumah sendiri. dan dia belum punya apa apa.

disini membuat saya bersyukur, dan mengembalikan semua omongan dia, "emang dulu saya tau saya akan begini? kalau begitu, kenapa kamu juga saat itu tidak jadi polisi saja? kok malah T**??" dia diem aja, trs bilang "Iya sih ya.." selanjutnya saya jelasin ke dia, kita sama, semua sama punya porsinya masing masing, syukurin aja yang lagi kamu jalanin sekarang, kita sama sama punya pekerjaan tetap kok, tapi pekerjaan kita beda. kalau mau pa enak enak, saya akan bilang "Kamu enak ya, kerjanya cuma apel, bersih bersih, olahraga terus tidur lagi. gak ada beban apa apa. udah di gaji" pasti tersinggung kalau dibilang gitu, karena kami gaktau sisi ga enak yang kamu alamin, sama kaya kamu menilai kami enak tapi kamu ga tau resiko besar yang kami hadapin itu berhubungan langsung dengan masyarakat yang dominan benci sama kami. Dengan begitu, dia jadi diem aja terus mengalihkan pembicaraan, mungkin hatinya setuju sama pendapat saya. toh dia baru 2 tahunan dengan profesinya, saya sudah 4 tahun, wajar udah nikah udah punya tabungan. ah sudahlah soal dia.

Sore itu cukup banyak yang saya pikirkan,karena kadang otak manusia bekerja lebih cepat ketimbang tulisan, tulisan terlihat panjang banget padahal otak saya berpikir dan merenung kayaknya gak sampai 5 menit deh, saya juga ingat pekerjaan teman teman saya diluar yang pekerjaannya sebagai karyawan, sepertinya lebih nyantai, intinya tidak ada beban. tapi kembali lagi, mereka belum tentu pekerjaannya tetap seperti saya, rasa khawatir dikeluarkan dari pekerjaannya kalau bekerja tidak seusai aturan pimpinannya. lagi lagi Alhamdulillah saya bersyukur. mesti sadar sih, namanya juga membela negara, pekerjaan saya atas nama negara, pasti bebannya lebih berat hehehee..

Bersyukur lagi, kalau saya tidak berprofesi seperti saat ini, saya gak akan ketemu sama suami tercinta, sama mas Andi gembulku hehee. Mungkin sekarang saya belum nikah, gatau nikahnya sama siapa, mungkin mas Andi juga ga akan ketemu sama saya, dan belum tentu jadi lebih baik seperti sekarang, belum tentu juga kalau tidak sama mas Andiku tersayang saya punya rumah sendiri dan tinggal dirumah sendiri saat nikah, belum tentu punya suami yang pemikiran dan visi misi membangun rumah tangga nya sama seperti sekarang, Alhamdulillah punya suami yang sayang bangetttt sama saya, manut terus apa yang saya mau selagi baik, terimakasih mas Andiku sayang. Dann, belum tentu juga sebentar lagi saya punya anak hihihii... itu sih yang benar-benar saya syukuri. maklum saya kerja di bagian yang penuh dengan masalah rumah tangga mulai dari suami istri anak hadeuhh.. Alhamdulillah insyaAllah jauh jauh dari masalah masalah begitu. aamiin.

Tapi namanya Khilaf , saat puncaknya lelah saya ngurusin selaut manusia, rasanya gak kuat dan berakhir nangis sehingga lupa bersyukur :( gak luput dari perasaan itu. Yaaaa, ini sedikit cerita supaya saya bisa lebih bersyukur, dan semoga jadi sedikit gambaran buat temen temen semua kalau berada di kondisi yang tidak jauh beda sama saya. Terimakasih :)
Enjoy Life, Take control ;D

Komentar

Posting Komentar

Comment, Please!!