Di sebuah kota kecil, hidup seorang anak perempuan, namanya Jasmine.
Dia manis, lucu dan ingin punya banyak mainan layaknya anak perempuan
pada umumnya. Kedua orang tua Jasmine adalah pegawai biasa yang tidak
selalu bisa membelikan mainan yang diimpikan anak mereka. Pada suatu
hari, ada selebaran yang diedarkan di kota tempat Jasmine tinggal.
"Kepada
semua anak di kota ini, hadirilah pembukaan istana mainan pada akhir
pekan minggu ini. Kalian boleh membawa pulang mainan apapun, GRATIS.
Syaratnya, kalian harus membawa dengan tangan kosong dan tidak boleh
dibantu. Mainan yang jatuh tidak boleh dipungut kembali. Selama memilih
mainan, kalian tidak diizinkan makan dan minum atau membawanya dari
luar. Tenang saja, di akhir acara, kalian akan mendapat minuman dan
makanan gratis dari kami. "
Jasmine
berbinar-binar membaca selebaran itu. Dia meminta izin orang tuanya
untuk datang ke acara tersebut. Beruntung, kedua orang tua Jasmine
mengizinkan.
Dengan riang gembira, di akhir pekan Jasmine
menikmati keindahan istana mainan. Dia masuk ke area pengambilan mainan
gratis. Banyak sekali mainan yang dia inginkan ada di sana. Tanpa
menunggu, Jasmine mengambil apapun yang dia suka. Ada boneka, mainan
masak-masakan, bola-bola warna-warni, dan masih banyak lagi. Semua
mainan itu diraih dengan tangannya hingga dia memeluk semua mainan
idamannya.
Saat mencari mainan-mainan baru, Jasmine berlari ke
sana ke mari. Beberapa mainan yang ada dalam pelukannya jatuh. Di tengah
acara, Jasmine merasa sangat lapar dan haus, tetapi masih ada beberapa
mainan lagi yang dia inginkan. Dia biarkan rasa haus itu dan terus
mengambil mainan yang lebih bagus.
Ketika tubuhnya sudah
benar-benar lemas, Jasmine memutuskan untuk selesai dan membawa mainan
yang ada dalam pelukannya. Beberapa mainan kembali merosot jatuh ketika
dia berjalan keluar dari istana mainan. Di ujung gerbang, beberapa
pegawai menyambut Jasmine dan menawarkan segelas minuman dan makanan
dalam kotak. Merasa sangat lapar dan haus, Jasmine menerima minuman dan
kotak makan itu, sehingga dia tidak sadar semua mainan dalam pelukannya
jatuh ke lantai dan seperti yang tertulis dalam peraturan, tidak boleh
diambil kembali.
Ladies, kisah di atas hampir sama dengan
kehidupan sebagian besar dari kita.
Banyak hal ingin kita peroleh,
tetapi seberapa banyak batas kemampuan kita. Saat kesempatan datang,
kita mengambil ini, itu, dan semua hal yang menjadi impian kita.
Akhirnya hidup kita hanya mengacu pada pencapaian, lupa menjaga
kesehatan, lupa memperhatikan diri sendiri, serta lupa memperhatikan
orang-orang yang mencintai kita.
Coba tarik napas sebentar, jangan
sampai Anda meraih banyak hal, tetapi kehilangan hal-hal lain yang
lebih besar dan tidak terhitung jumlahnya.



Komentar
Posting Komentar
Comment, Please!!