Pergaulan bebas dan kurang mengertinya
akibat penyakit yang di sebabkan karena
hubungan seksual yang tidak aman seperti
ganti ganti pasangan, hubungan lewat mulut
(oral sex) lewat dubur (anal sex) hubungan
lewat vagina (vaginal Sex). Merupakan
kontribusi besar akan tertular penyakit
Infeksi Menular Seksual..
Kasus Infeksi Menular Seksual seperti ini
banyak terjadi di berbagai Negara tak
terkecuali di Indonesia. Dilihat dari jenis
infeksi bisa dikatagorikan kurang
berbahaya, mudah disembuhkan dan sangat
berbahaya karena dapat menyebabkan
kemandulan, kesakitan hebat dan bahkan
kematian.
Apakah orang yang tidak melakukan
penyimpangan seksual juga akan tertular.
Bagaimana menghadapi pasangan yang
tertular. Banyak orang berpikiran hanya
pekerja seksual, homoseksual, lesbian dan
mereka yang berganti-ganti pasangan
kemungkinan tertular. Pengertian tersebut
tidak benar, karena setiap orang yang
pernah melakukan hubungan seksual,
berisiko untuk terkena Infeksi Menular
Seksual. Untuk mecegah sebaiknya waktu
berhubungan menggunakan kondom,
untuk mengurangi risiko tertular penyakit.
Gejala-gejala Infeksi Menular Seksual
berbeda-beda, kadang kala tidak
memperlihatkan gejala sama sekali. Untuk
itu tidak usah kawatir beberapa IMS dapat
dikenali secara dini ciri-cirinya sebagai
berikut :
1. Keluarnya cairan yang tidak wajar
(darah/nanah) dari penis atau vagina
2. Rasa nyeri atau iritasi saat buang air kecil
atau ketika melakukan hubungan seksual.
3. Adanya luka, ruam, lepuh, kutil atau
benjolan di sekitar alat kelamin atau anus.
4. Adanya bintil-bintil berisi cairan pada alat
kelamin
5. Gatal atau iritasi di sekitar alat kelamin
atau anus.
Cirri-ciri tersebut bisa diakibatkan dari hal
lain di luar IMS, jika mendapati hal tersebut
sebaiknya periksa ke dokter. Apalagi bila
sebelumnya pernah melakukan hubungan
seksual tidak aman. Jangan sampai
menunggu sampai cirri-ciri tersebut hilang
dengan sendirinya.
Beberapa jenis Infeksi Memular Seksual
yang sering ditemukan :
1. Gonore (kencing nanah)
Penyebabnya adalah bakteri Neisseria
gonorrhoeae. Gejala gejala yang
ditimbulkan anatar lain :
• Sering terjadi tanpa keluhan/gejala,
sehingga sering tidak disadari
• Pada laki-laki biasanya timbul rasa nyeri
pada saat buang air kecil, keluar cairan
seperti nanah berwarna putih atau kuning
dari kemaluan atau anus.
• Pada perempuan dapat menimbulkan
keputihan berwarna kuning kehijauan dan
kadang-kadang menyebabkan rasa sakit
pada saat buang air kecil dan terjadi
pendarahan setelah berhubungan seksual.
2. Sifilis (raja singa)
Penyebabnya adalah bakteri
Treponemapallidium. Gejala-gejala yang
muncul sesuai stadiumnya adalah sebagai
berikut :
• Sifilis Primer
Terjadi 9 – 90 hari setelah terinfeksi
Timbul luka tunggal, menonjol dan tidak
nyeri pada penis, bibir vagina atau leher
rahim
• Sifilis Sekunder
Terjadi beberapa bulan setelah tahap
pertama
Gejala berupa bercak merah yang tidak
gatal di tubuh terutama di telapak tangan
dan kaki
Ada pembesaran kelenjar getah bening di
seluruh tubuh
Bisa juga berupa kutil di sekitar alat kelamin
dan anus
• Sifilis Laten
Tidak ada keluhan ataupun gejala, tetapi
infeksi berlanjut menyerang organ-organ
tubuh
Keadaan ini hanya dapat diketahui
pemeriksaan laboratorium
• Sifilis Tersier
Timbul setelah 5 – 30 tahun setelah tahap
sifilis skunder
Terdapat kerusakan organ-organ tubuh
penting yang bersifat menetap seperti pada
otak, jantung, pembuluh darah, serabut
saraf dan sumsum tulang belakang.
Pada perempuan hamil dapat
mengakibatkan keguguran atau kecacatan
3. Klamidia
Penyebabnya adalah bakteri Chlamidia
trachomatis. Gejala-gejala yang ditimbulkan.
• Sering tanpa gejala (70 %)
• Pada perempuan, infeksi ini menimbulkan
keluhan nyeri di rongga panggul, keputihan
dan dapat disertai nyeri saat buang air kecil
serta pendarahan setelah berhubungan
seksual. Infeksi kronis dapat terjadi
penyebaran ke saluran telur yang
menimbulkan nyeri perut bagian bawah dan
mengakibatkan kemandulankarena
perlekatan pada saluran indung telur atau
kehamilan di luar kandungan. Bayi baru lahir
yang terinfeksi klamidia dari ibunya dapat
mengalami infeksi mata, kebutaan atau
radang paru (pneumonia)
• Pada laki-laki, infeksi ini sering di didapati
sebagai urethritis non spesifik dengan
gejala nyeri perih saat buang air kecil atau
saat berhubungan seksual dan terjadi iritasi
sekitar uretra.
4. Herpes Simplex / Herpes Genital
Penyebabnya adalah Herpes Simplex Virus
(HSV) gejala yang ditimbulkan
• Sering tanpa gejala, bila ada, awalnya
muncul rasa seperti terbakar atau gatal di
alat kelamin, diikuti bintil-bintil berisi air di
atas dasar kemerahan. Dalam beberapa hari
bintil-bintil ini akan pecah dan menimbulkan
luka lecet terbuka yang sangat nyeri.
• Pada perempuan biasanya timbul di
sekitar alat kelamin, dinding liang kemaluan
dan kadang-kadangdi sekitar anus.
• Pada laki-laki biasanya di batang penis,
namun dapat juga di sekitar anus.
• Infeksi ini dapat juga terjadi di daerah
sekiat mulut.
• Sebelum timbul lecet, biasanya didahului
keluhan berupa pegal-pegal pada otot
(kadang disertai demam), pembengkakan
kelenjar lipat paha dan nyeri..
Kadang-kadang gatal serta kemerahan pada
tempat yang terkena.
• Pada ibu hamil yang terinfeksi dapat
terjadi komplikasi pada bayi yang
dikandungnya berupa kebutaan atau
kematian janin/aborsi.
5. Jengger Ayam/Kutil Kelamin
Penyebabnya adalah Human Papiloma Virus
(HPV). Gejala yang menimbulkan adalah :
• Kelainan yang berupa tonjolan kulit
berbentuk seperti jengger ayam yang
berwarna seperti warna kulitdengan ukuran
variasi dari sangat kecil sampai besar sekali.
• Pada perempuan dapat mengenai kulit di
daerah kelamin sampai dubur., selaput
lender bagian dalam liang kemaluan sampai
leher rahim
• Pada laki-laki dapat mengenai penis dan
saluran kencing bagian dalam
• Kadang-kadang kulit tidak terlihat,
sehingga tidak disadari
6. Ulkus Mole (Chancroid)
Penyebabnya adalah bakteri Hemophillus
Ducreyi. Gejala yang timbul
• Luka lebih dari satu dengan diameter ± 2
cm cekung pinggirnya tidak teratur keluar
nanah dan nyeri.biasanya hanya salah satu
sisi alat kelamin, sering(50 %) di sertai
pembengkakan kelenjar getah beningdi
lipat paha berwarna kemerahan , bila
pecahbernanah nyeri
• Pada ibu hamil yang teinfeksi dapat
menimbulkan kematian pada janin yang
dikandungnya.
Untuk mencegah IMS agar tidak
berkembang menjadi suatu penyakit dan
membahayakan pihak lain dan tentunya
sangat merugikan semua pihak. Berikut
adalah cara yang bisa diambil :
Abstinence artinya tidak melakukan
hubungan seksual sama sekali (puasa sex)
khusunya bagi yang tidak memiliki
pasangan atau yang jauh dari pasangan
Be faithful artinya berlakulah saling setia
pada satu pasangan
Condom artinya cegah IMS dengan
menggunakan kondom pada saat
melakukan hubungan seksual
Don’nt Inject Drug artinya jangan sekali-kali
memakai narkoba apalagi dengan cara
menyuntik.
Semoga artikel ini bermanfaat
Sumber dari Puskes.


Komentar
Posting Komentar
Comment, Please!!